Postingan

SELF-CARE Tips at Home

Halo Buddies! Gak kerasa ya hari-hari UTS sudah kita lewati, menurut Buddies gimana nih hasil UTS-nya? Sudah cukup memuaskan belum? Atau malah masih ngerasa belum maksimal? Apapun hasilnya nanti, kamu sudah berusaha yang terbaik! Menjalankan hari-hari kuliah bersamaan dengan berjalannya UTS di minggu sebelumnya, ternyata cukup melelahkan ya. Selama kesibukan itu, di antara Buddies pasti banyak yang lupa makan, tidur, bahkan lupa sama diri sendiri. Nah, di weekend kali ini, mimin mau Buddies melakukan self-care untuk menjaga kesehatan diri sendiri! Selain doi, diri kamu juga layak untuk diperhatikan, lho! Caranya dengan melakukan self-care secara rutin. Dengan melakukan self-care yang secara rutin ini dapat membantu mengurangi stress, mengatasi kecemasan, dan meningkatkan motivasi untuk menjalani aktivitas lain. Tenang saja, melakukan self-care itu gak sulit, kok. Berikut ini beberapa kegiatan self-care yang biasa mimin lakukan. Tidur yang cukup Terlalu sibuk dengan tugas serta bel...

Kasus Suicidal Thoughts Mahasiswi

Warning: Konten ini mengandung topik sensitif bagi sebagian orang. Jika kamu merasa tidak nyaman saat membacanya, segeralah minta bantuan ke orang terdekat atau profesional. Hi sobat DC! Gimana harinya? Senang atau sedih nih?  Kali ini, mimin mau bahas kasus yang akhir-akhir lagi ramai nih! Masih ingat kasus bunuh diri mahasiswa Unnes di awal bulan Oktober kemarin???  Nah, mimin mau sedikit menjelaskan kembali nih, bagaimana sih kronologi kasusnya?? Apakah gak ada yang menyadari NJW sedang memiliki masalah dan niat untuk bunuh diri?  Tapi sebelum masuk ke pembahasan, mimin mau mengungkapkan kesedihan dulu karena lagi dan lagi, kasus bunuh diri di Indonesia semakin meningkat.  Uraian Kasus  Seorang Mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) berinisial NJW (20) tewas diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat Mall Paragon Semarang pada Selasa (10/10) sekitar pukul 17.30 WIB. Sampai saat ini, tidak ada informasi pasti alasan mengapa NJW memi...

DC recomendation: Berani Tidak Disukai

Gambar
  Rekomendasi Buku “ Kita tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Yang bisa kita kendalikan hanyalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri. ” Halo, DC Buddies! Ada gak sih yang pernah atau lagi merasa sulit bahagia, capek, dan frustasi karena gagal memenuhi ekspektasi orang lain, masih terbayang masa lalu yang kurang menyenangkan, atau gampang overthinking terhadap sesuatu yang sebenarnya gak perlu dipikirin banget? Nah, mimin punya rekomendasi buku yang cocok banget buat kalian, nih! Buku " Berani Tidak Disukai " berisi pengembangan diri yang dikemas dalam dialog antara seorang pemuda dan filsuf. Dalam diskusinya, filsuf banyak memgambil teori dari tokoh psikologi Alfred Adler yang membahas tentang trauma masa lalu, tujuan hidup, perasaan inferior, dan hubungan interpersonal manusia yang akan membantu kita melihat kehidupan dengan sudut pandang yang baru. Jadi, apa aja sih yang bisa dilakukan agar lebih bahagia dalam menjalani kehidupan? Men...

Toxic Positivity: Emang Boleh Sepositif Ini?

Hallo DC Buddies! Gimana harinya? Baik? Buruk? Capek? Muak? Lelah? Happy? “Sejujurnya capek banget min, tapi aku ngerasa ini belum seberapa dibanding yang lain” “Sedikit ada masalah tapi its okayy semuanya pasti akan baik-baik aja” Mungkin ada beberapa yang merasa seperti itu, capek tapi ngerasa harus semangat terus. Tanpa kamu sadari, secara tidak sengaja kamu sedang mengalami toxic positivity , lho! Kamu sudah tahu belum tentang istilah " toxic positivity "? Kalo belum, yuk, kita bahas bareng-bareng sekarang! Jadi, toxic positivity itu seperti ketika kamu terlalu fokus pada sikap positif dan malah mengecilkan perasaan negatif kamu. Keliatannya positif sih, tapi perlu kita garis bawahi kalo pikiran positif berlebihan ini akan berdampak pada mental kita, dalam jangka panjang bisa berisiko menyebabkan stres, depresi, gangguan cemas ( anxiety disorder ), dan gangguan mental lainnya. Kenali Tanda Kamu Tidak Sengaja Mengalami Toxic Positivity Salah satu tanda utama toxic positi...

Suka pakai Beauty Filter, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Mental?

Cantik itu relatif, bergantung efek kamera, katanya sih begitu Oleh : Husnul Fitri Hasibuan Kamu salah satu orang yang selalu pakai beauty filter nggak sih di media sosial? Kalau jawabannya iya, kamu nggak sendiri. Siapa sih yang nggak ingin memiliki gigi lebih putih, kulit yang lebih cerah, dan segala standar kecantikan lain di wajahnya? Kita bisa memiliki semua itu hanya dengan menggunakan beauty filter di media sosial yang terus berkembang saat ini. Itu sebuah hal yang wajar kalau kita ingin menampilkan sisi terbaik kita pada semua orang apalagi di tengah maraknya standar kecantikan yang bisa membuat seseorang tertekan dengan hal itu. Tapi tahu nggak sih kalau ternyata penggunaan filter memberikan dampak negatif yang lebih banyak pada diri kita? Penggunaan beauty filter akan mengikis habis rasa percaya diri dan secara perlahan merusak citra tubuh kita. Semakin sering penggunaan filter media sosial, maka perasaan kita tentang diri sendiri juga akan semakin buruk. Kita akan semakin ke...

Ketenangan untuk Penyelesaian Masalah

  Ketenangan untuk Penyelesaian Masalah Oleh: M. Daffa Purnama Setiap hari kita mungkin menghadapi satu atau lebih masalah. Masalahnya bisa besar atau masalah kecil saja. Masalah dapat muncul dari penyebab internal dan eksternal seperti dari teman dan orang tua. Kita harus berani menghadapi dan menyelesaikan masalah kita. Terkadang, saat kita menghadapi masalah kita merasa sedih, tidak fokus, dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam banyak kasus, beberapa orang bahkan menjadi depresi karena masalah yang mereka miliki. Kasus itu terjadi karena orang-orang yang tidak dapat membuat prioritas tentang masalah mana yang perlu diselesaikan pertama dan mereka tidak memecahkan masalah mereka sendiri dengan cara yang benar. Salah satu cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah kita adalah dengan ketenangan. Ketenangan dapat didefinisikan sebagai kondisi ketika pikiran kita bersih dari banyak hal yang memberatkan kita. Itu juga bisa didefinisikan sebagai rasa nyaman (Dastmard, 2018). Ma...

Hindsight Bias: “Kan, Apa Gue Bilang!”

Gambar
  Hindsight Bias: “Kan, Apa Gue Bilang!” Oleh: Nadia Aulia Rahma Bayangin temen lo lagi deket sama seseorang, terus lo ada feeling , “Kayaknya ini orang nggak baik deh”. Lalu lo bilang ke temen lo—meskipun pikiran lo itu cuma sekadar feeling aja—, tapi temen lo ga percaya. Eh ternyata setelah beberapa saat, orang itu benar-benar berbuat jahat ke temen lo. Rasanya mau bilang, “Kan, apa gue bilang! Memang feeling gue nggak enak sama orang itu dari awal.” Terdengar familiar ya. Kita seringkali melakukan ini, sadar atau nggak sadar. Biasanya hal ini kita lakukan ketika kita merasa sudah “memprediksi” suatu kejadian, dan kita udah yakin dari awal bagaimana sesuatu akan berakhir. Namun, lo tau nggak sih, kalo ini adalah bentuk bias berpikir? Yap, cara berpikir ini disebut hindsight bias. Hindsight bias, atau i-knew-it-all-along phenomenon, mengacu pada penilaian kita tentang peristiwa yang sudah pernah terjadi di masa lalu. Hindsight bias ini kita lakukan saat kita melihat suatu kejadian...