Kasus Suicidal Thoughts Mahasiswi
Warning: Konten ini mengandung topik sensitif bagi sebagian orang. Jika kamu merasa tidak nyaman saat membacanya, segeralah minta bantuan ke orang terdekat atau profesional.
Hi sobat DC! Gimana harinya? Senang atau sedih nih?
Kali ini, mimin mau bahas kasus yang akhir-akhir lagi ramai nih! Masih ingat kasus bunuh diri mahasiswa Unnes di awal bulan Oktober kemarin???
Nah, mimin mau sedikit menjelaskan kembali nih, bagaimana sih kronologi kasusnya?? Apakah gak ada yang menyadari NJW sedang memiliki masalah dan niat untuk bunuh diri?
Tapi sebelum masuk ke pembahasan, mimin mau mengungkapkan kesedihan dulu karena lagi dan lagi, kasus bunuh diri di Indonesia semakin meningkat.
Uraian Kasus
Seorang Mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) berinisial NJW (20) tewas diduga karena bunuh diri dengan cara melompat dari lantai empat Mall Paragon Semarang pada Selasa (10/10) sekitar pukul 17.30 WIB. Sampai saat ini, tidak ada informasi pasti alasan mengapa NJW memilih untuk mengakhiri hidupnya seperti itu. Selain menjadi mahasiswa, diketahui NJW juga bekerja sebagai perawat kecantikan dan sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Sebelum kejadian bunuh diri, Mama yang merupakan perempuan yang juga bekerja di tempat kerja NJW, mengatakan bahwa belakangan ini sikap NJW di tempat kerja tidak seperti biasanya, seperti sering melamun, tatapan matanya kosong, menjadi sering merokok, dan beberapa kali berperilaku mencurigakan di lantai atas tempat kerja seperti orang bingung sambil melihat ke arah bawah bangunan. Di tempat kerja, sosok NJW dikenal sebagai orang yang baik, ceria, namun tertutup. Menurut Mama, NJW seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat, tapi dirinya tidak pernah menceritakan apa yang sedang dialaminya dan memilih memendamnya sendiri.
Sumber: JawaPos.com
Sekarang, kita bahas dari sisi psikologi, yuk!
Jadi sebenarnya, bunuh diri atau suicide itu apa sih? Kenapa bisa ramai banget ya kasus bunuh diri Mahasiswa Unnes ini?
Bunuh diri merupakan upaya yang disadari dan bertujuan mengakhiri kehidupan. Artinya, individu secara sadar memiliki hasrat atau niat untuk mati, dan berusaha melaksanakan hasrat tersebut. Ketika seseorang merasa terjebak dalam perasaan ingin mati, ada berbagai faktor yang dapat menjadi penyebabnya, seperti masalah psikologis, tekanan keluarga, lingkungan sosial, faktor biologis, faktor riwayat bunuh diri, ataupun faktor orientasi seksual.
Lalu bagaimana caranya biar kita tahu bahwa dia ingin mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri? Tanda-tanda yang diberikan yaitu:
- Perubahan mood secara signifikan
- Membicarakan keputusasaan
- Kehilangan harapan
- Perubahan pola makan
- Menarik diri dari lingkungan
- Malas beraktivitas
- Mengkonsumsi rok*k, alcoh*l secara berlebihan
Perlu dicatat, jika dirimu pernah atau sedang berpikir untuk mengakhiri hidup, segeralah datangi teman terdekatmu, psikolog, ataupun psikiater untuk menceritakan masalah apa yang sedang kamu alami dan meluapkan segala perasaan yang sedang kamu rasakan hingga membuatmu ingin mengakhiri hidupmu.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk memberikan dukungan yang tepat dan merespons tanda-tanda bahaya dengan serius, kita dapat menunjukkan kepada temanmu bahwa mereka tidak sendirian dan ada harapan untuk pemulihan. Masalah kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan bipolar, seringkali menjadi faktor risiko utama yang mempengaruhi pikiran bunuh diri. Oleh karena itu, sebagai masyarakat, kita perlu membuka dialog terbuka tentang kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap gangguan psikologis.
Referensi
Aulia, N., Yulastri, Y., & Sasmita, H. (2019). Analisis Hubungan Faktor Risiko Bunuh Diri dengan Ide Bunuh Diri pada Remaja. Jurnal Keperawatan, 11(4), 307-314.
Lakadjo, M. A. (2023). Pentingnya Mencegah Bunuh Diri: Menyelamatkan Nyawa dan Mempromosikan Kesehatan Mental. ARTIKEL, 1(10954).
Komentar
Posting Komentar