Suka pakai Beauty Filter, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Mental?

Cantik itu relatif, bergantung efek kamera, katanya sih begitu

Oleh : Husnul Fitri Hasibuan


Kamu salah satu orang yang selalu pakai beauty filter nggak sih di media sosial? Kalau jawabannya iya, kamu nggak sendiri. Siapa sih yang nggak ingin memiliki gigi lebih putih, kulit yang lebih cerah, dan segala standar kecantikan lain di wajahnya? Kita bisa memiliki semua itu hanya dengan menggunakan beauty filter di media sosial yang terus berkembang saat ini. Itu sebuah hal yang wajar kalau kita ingin menampilkan sisi terbaik kita pada semua orang apalagi di tengah maraknya standar kecantikan yang bisa membuat seseorang tertekan dengan hal itu.

Tapi tahu nggak sih kalau ternyata penggunaan filter memberikan dampak negatif yang lebih banyak pada diri kita? Penggunaan beauty filter akan mengikis habis rasa percaya diri dan secara perlahan merusak citra tubuh kita. Semakin sering penggunaan filter media sosial, maka perasaan kita tentang diri sendiri juga akan semakin buruk. Kita akan semakin kesulitan untuk menerima diri kita apa adanya.

Mengenal Lebih Dekat Beauty Filter

Fitur yang bisa mengubah penampilan kita di media sosial hanya dengan sekali klik atau kita kenal sebagai beauty filter adalah sebuah fitur pengeditan foto yang menggunakan kecerdasan buatan dari komputer untuk mengubah fitur wajar penggunanya. Misalnya “skinny filter” di Tiktok membuat wajah menjadi lebih ramping atau “perfect face filter” di Instagram yang membuat wajah sesuai dengan standar kecantikan yang ada.

Data menunjukkan bahwa penggunaan filter sudah semakin terkenal di kalangan para pengguna media sosial. Meta, sebagai layanan yang menaungi beberapa media sosial melaporkan bahwa ada lebih dari 600 juta orang yang menggunakan filter di Facebook dan juga Instagram. (Mosley T, 2021).

Penelitian Terbaru Mengenai Filter dan Kesehatan Mental

Pada tahun 2021, City University of London melakukan sebuah penelitian untuk mencari tahu efek negatif dari penggunaan filter pada kesehatan mental. Penelitian itu melibatkan 175 wanita usia 18-30 tahun dengan mayoritas usianya adalah 20-21 tahun. Hasilnya ditemukan kalau 90% wanita tersebut menggunakan filter atau mengedit foto mereka sebelum meng-upload di media sosial.

Dan hasil penelitian juga menunjukkan filter yang sering digunakan itu filter yang memberikan efek mencerahkan kulit, memutihkan gigi, mengurangi berat badan, membentuk hidung, membentuk bibir agar terlihat lebih berisi atau membuat mata menjadi lebih besar.

Berdampak Negatif atau Positif?

Terlepas bagaimana filter ini bisa membantu para penggunanya mendapatkan kepercayaan diri yang tinggi ketika mengekspresikan diri di halaman media sosial mereka, tidak dapat dimungkiri kalau beauty filter memberikan pengaruh yang luas biasa pada kesehatan mental. Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan beauty filter di media sosial bisa merugikan para penggunanya karena dipenuhi dengan ekspektasi tentang penampilan mereka. Akibatnya, pengguna akan merasa nggak puas dengan penampilan asli mereka dan akan membandingkan dengan diri mereka yang berubah dengan beauty filter.

Leela R. Magavi, seorang psikiater terlatih mengatakan bahwa dia sudah mendengar banyak kasus tentang dampak negatif dari keterikatan diri pada filter kecantikan ini. Mereka merasa malu untuk memposting foto mereka sendiri tanpa menggunakan filter dan bahkan ada beberapa orang yang berpikir untuk melakukan operasi plastik agar terlihat seperti versi filter dari diri mereka sendiri.

Selain itu, dampak lain dari beauty filter ini berhubungan dengan tingginya kasus body dysmorphia pada generasi muda saat ini. Body dysmorphia ini adalah kondisi mental di mana seseorang begitu terobsesi dan merasa cemas dengan kekurangan yang ada di wajah atau pun tubuhnya yang bahkan nggak bisa dilihat orang lain. Perasaan ini bisa mengambil alih pikiran seseorang dan juga mempengaruhi aktivitas sosialnya. (Institute Newport, 2021)

Bolehkah Kita Menggunakan Filter?

Tentu saja boleh. Tidak ada yang salah dengan menggunakan filter di media sosial jika itu hanya sekadar untuk bersenang-senang. Menggunakan filter di media sosial bukanlah hal yang buruk. Apalagi di tengah maraknya perkembangan media sosial yang narsis, di mana kita akan dihakimi atau dinilai dan juga menghakimi orang lain tentang penampilan kita.

Ada Tips untuk Mengelola Penggunaan Filter Nggak Sih?

Ada beberapa tips untuk mengelola penggunaan filter dan hubungannya dengan kesehatan mental.

Pertama, coba perhatikan dan renungkan berapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk memfilter dan memposting, dan bagaimana suasana hatimu selama dan setelah proses editing dan upload tersebut. Jawabannya akan membantu jalan kamu untuk lebih melindungi diri sendiri. Kedua, cobalah untuk mempertimbangkan pesan yang kamu berikan pada dirimu setiap hari. Ketika

memfilter foto, kamu secara sadar atau nggak sadar mengatakan pada diri sendiri bahwa sebenarnya kamu nggak terlihat cukup baik. Coba renungkan, seberapa penting komentar dan like yang kamu dapatkan jika itu bukan gambar yang mewakili dirimu sebenarnya? Ketiga, peluk dirimu dan katakan bahwa kekurangan kita adalah bagian dari apa yang membuat kita menarik, nyata, dan dapat diterima. Cobalah untuk menghargai segala yang ada di dirimu, bukan hanya yang terlihat dalam selfie. Keempat, coba pikirkan hal lain yang bisa kamu lakukan selain menghabiskan waktu dengan media sosial. Cobalah untuk membangun relasi dengan orang-orang di sekitarmu, mendaki, berkreasi atau apapun itu yang bisa mengalihkanmu dari media sosial. Dan yang terakhir, cobalah untuk tidak memedulikan apa yang dipikirkan orang lain. Apalagi apapun yang dipikirkan orang lain tentangmu di media sosial, nggak akan mempengaruhi kehidupanmu di dunia nyata.



Referensi

Ryan-Mosley, T. (2021). Beauty filters are changing the way young girls see themselves. MIT Technology Review.

Eshiet, J. (2020). “REAL ME VERSUS SOCIAL MEDIA ME:” FILTERS, SNAPCHAT DYSMORPHIA, AND BEAUTY PERCEPTIONS AMONG YOUNG WOMEN.

Rivas G (2022) The Mental Health Impacts Of Beauty Filters on Social Media Shouldn’t Be Ignored – Here’s Why. Diakses Pada 13 Desember 2022 dari https://www.instyle.com/beauty/social-media-filters-mental-health#:~:text=%22Excessive%20time%20 spent%20looking%20at,affecting%20society%20as%20a%20whole.

Pamugari D (2022) How Beauty Filters can Affect Mental Health. Diakses pada 13 Desember 2022 dari

https://www.cxomedia.id/wellnes/20221027114450-18-176789/how-beauty-filters-can-affect-mental-he alth

Newport Institute (2021) Do You Use a Filter Every Time You Post?. Diakses pada 13 Desember 2022 dari https://www.newportinstitute.com/resources/co-occurring-disorders/filters-mental-health/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Quarter-Life Crisis

SELF-CARE Tips at Home

DAMPAK SINGLE PARENTS TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIMASA REMAJA