Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Self-Diagnose dan Bahayanya

Self-Diagnose dan Bahayanya Oleh: Sherli Dewanti      Self-Diagnose adalah kegiatan mendiagnosa diri sendiri tanpa pertimbangan oleh ahli. Hal ini  dapat dikatakan berbahaya jika terjadi kesalahan dalam mendiagnosa, karena tidak ditangani oleh orang yang memang berpengalaman di bidangnya. Dewasa ini banyak remaja yang lakukan self –diagnose , hal ini dipengaruhi oleh semakin digemarinya bidang psikologi. Minat yang berkembang pesat menyebabkan masyarakat terutama remaja mencari-cari informasi tentang psikologi. Hal ini sebenarnya adalah langkah yang baik untuk mensosialisasikan psikologi pada masyrakat luas, namun banyak yang salah pakrah dalam menerima informasi tersebut. Banyak dari remaja yang justru melakukan self-diagnose secara sadar maupun tak sadar.  Banyak informasi pada platfrom-platfrom sosial seperti instagram, tiktok, twitter, dan lain-lain yang memberikan informasi yang kurang lengkap bahkan salah tentang psikologi, seperti informasi tentang ci...

Membangun Self-acceptance

  Membangun Self-acceptance Oleh: Nabilah Alifatun Nisaa "You must love yourself before you love another. By accepting yourself and fully being what you are, your simple presence can make others happy." -Anonim Banyak mitos beredar di kalangan masyarakat yang mengatakan bahwa self-acceptance tidak bisa berubah atau relatif menetap, ditentukan oleh fisik seseorang, dan lain-lain.  Sebenarnya, apa arti dari self-acceptance? Menurut APA Dictionary of Psychology, self-acceptance adalah mengakui, menerima, dan menghargai pencapaian maupun keterbatasan diri. Self-acceptance sering juga disebut sebagai komponen utama kesehatan mental suatu individu. Seorang ahli psikologi bernama Kartono mengatakan, bahwa self-acceptance merupakan kemampuan seseorang untuk menerima keadaan dirinya sendiri dengan apa adanya dan merasa puas dengan dirinya sendiri. Perlu diketahui, self-acceptance merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai kebahagiaan. Tanpa self-acceptance, seseorang cenderung...

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK

POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK Oleh: Nathasya Arthatia Putri      Dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 pasal 10 ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa fungsi dan peranan keluarga mempengaruhi dalam pencapaian tujuan pendidikan seperti keyakinan agama, moral, budaya, kecerdasan, keterampilan dan menjadi manusia seutuhnya. Keberhasilan keluarga dalam mendidik anaknya sangat tergantung pada model dan jenis pola asuh yang diterapkan para orang tua (Wibowo, 2012:75).  Maka dari itu, peran orangtua sangatlah penting dalam mendidik anak. Pola asuh orangtua adalah suatu proses interaksi antara orang tua dan anak, yang meliputi kegiatan seperti memelihara, mendidik, membimbing, serta mendisiplinkan dalam mencapai proses pendewasaan baik secara langsung maupun tidak langsung (Agustiawati, 2014).      Menurut Hurlock (dalam Thoha, 1996:111-112) mengemukakan ada tiga jenis pola asuh orag tua terhadap anaknya, yaitu pola asuh otoriter, pola...

Mengenal Skizofrenia

Mengenal Skizofrenia  Oleh : Adeline Kallita Cahyadi Putri Apakah skizofrenia itu? Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang dialami dalam jangka panjang (kronis 1) yang mempengaruhi orang yang mengalaminya dalam hal berpikir, merasa, dan berperilaku. Walaupun orang yang mengalaminya tidak sebanyak penderita gangguan jiwa lain, gangguan ini bisa sangat melumpuhkan. Diperkirakan 7 hingga 8 individu di antara 1.000 orang akan mengalami skizofrenia pada suatu waktu dalam hidupnya. Orang dengan skizofrenia dapat mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Mereka mungkin percaya bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan pikiran mereka, atau bersekongkol untuk mencelakai mereka. Hal ini bisa sangat menakutkan dan memicu kemarahan orang yang mengalaminya dan membuat mereka menarik diri dari pergaulan sosial atau mudah tersulut emosinya. Hal inilah yang kemudian membuat orang di sekitarnya menjadi ketakutan dan menjadi marah pula. Orang dengan...