POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP ANAK
Oleh: Nathasya Arthatia Putri
Dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 pasal 10 ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa fungsi dan peranan keluarga mempengaruhi dalam pencapaian tujuan pendidikan seperti keyakinan agama, moral, budaya, kecerdasan, keterampilan dan menjadi manusia seutuhnya. Keberhasilan keluarga dalam mendidik anaknya sangat tergantung pada model dan jenis pola asuh yang diterapkan para orang tua (Wibowo, 2012:75). Maka dari itu, peran orangtua sangatlah penting dalam mendidik anak. Pola asuh orangtua adalah suatu proses interaksi antara orang tua dan anak, yang meliputi kegiatan seperti memelihara, mendidik, membimbing, serta mendisiplinkan dalam mencapai proses pendewasaan baik secara langsung maupun tidak langsung (Agustiawati, 2014).
Menurut Hurlock (dalam Thoha, 1996:111-112) mengemukakan ada tiga jenis pola asuh orag tua terhadap anaknya, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, dan pola asuh permisif. Tidak ada pola asuh yang paling baik diantara tiga pola asuh yang disebutkan (Wiyani, 2016:197). Oleh karena itu, seharusnya para orang tua dapat mengkombinasikan ketiga pola asuh tersebut.
Pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan anak. Namun, terkadang sebagian besar orang tua tidak menyadari pola asuh seperti apa yang harus mereka terapkan, padahal pola asuh sangatlah penting dalam pembentukan perilaku anak. Pastinya setiap pola asuh yang diterapkan para orang tua memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Untuk itu, para orang tua dapat memilih pola asuh yang tepat, yang akan diterapkan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya hingga dewasa.
Terkadang harapan dan ekspektasi orang tua terhadap anak-anaknya di masa depan akan mempengaruhi bagaimana pola asuh mereka agar harapan dan keinginan-keinginannya terealisasikan. Yang terkadang tanpa orang tua sadari, mereka menerapkan pola asuh otoriter. Dimana si anak merasa terpaksa, terkekang atau tertuntut oleh larangan-larangan dan peraturan yang dibuat oleh orang tua dan bertindak sesuai keinginan diri sendiri dibatasi. Pola asuh ini akan membentuk anak menjadi pribadi yang disiplin, berperilaku agresif, tidak percaya diri dan juga sulit untuk menyesuaikan diri. Menurut Baumrind (1968) pola asuh otoriter ini tepat diterapkan untuk anak usia awal. Namun tidak cocok lagi diterapkan untuk anak usia remaja.
Sedangkan pola asuh permisif ini orang tua justru merasa tidak peduli dan cenderung memberi kesempatan serta kebebasan secara luas kepada anaknya (Dariyo, 2011:207). Pada pola asuh ini, orang tua memberikan kebebasan kepada anaknya untuk berperilaku sesuai dengan keinginannya. Pola asuh ini cenderung membentuk pribadi anak yang kurang menghargai aturan, dan cenderung menjadi anak yang manja.
Selain itu ada juga pola asuh demokratis, pola asuh demokratis adalah gabungan dari pola asuh permisif dan otoriter dengan tujuan untuk menyeimbangkan pemikiran, sikap dan tindakan antara anak dan orang tua (Dariyo,2011:208). Pola asuh ini ditandai dengan sikap terbuka antara anak dengan orang tua, dan orang tua pun memperhatikan anak serta memberikan kebebasan berpendapat. Jadi, dalam pola asuh ini terjalin komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Pola asuh ini akan membentuk anak menjadi orang yang mampu menghargai pendapat orang lain, menerima kritik dan mempunyai kepercayaan diri.
Pola asuh orang tua terhadap anak akan membentuk bagaimana karakter atau kepribadian anak tersebut. Maka dari itu, untuk para orang tua harus bisa memilih pola asuh mana yang tepat atau cocok untuk diterapkan kepada anak-anaknya. Dari berbagai macam pola asuh yang ada, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, untuk para orang tua sebaiknya bisa mengkombinasikan dari ketiga pola asuh tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 pasal 10 ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Sari, Saparahayuningsih, Suprapti. (2018). Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Yang Berperilaku Agresif, Vol. 3 (1), 1-6.
Agustiawati. (2014). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS Di SMA Negeri 26 Bandung.
Hidayati. (2014). Pola Asuh Otoriter Orang Tua, Kecerdasan Emosi, Dan Kemandirian Anak SD, Vol. 3, No. 01.
Komentar
Posting Komentar