Trait God Complex pada Light Yagami
Trait God Complex pada Light Yagami
Oleh: Halwa Adinda A.
Death note merupakan anime yang cukup menarik karena membawakan sudut pandang 'penjahat'. Light – tokoh utama dalam anime memiliki Ideologi untuk menjadi dewa melalui kekuatan dari buku yang bernama death note. Death note yang berasal dari dewa kematian Shinigami bernama Ryuk sengaja menjatuhkan bukunya karena merasa bosan. Cara kerja buku ini adalah dengan menulis nama dan membayangkan wajah orang tersebut disertai dengan kapan dan bagaimana mereka akan terbunuh. Jika deskripsi kematian tidak ditulis dalam 40 detik berikutnya, maka orang tersebut akan meninggal akibat serangan jantung.
Semua bermula ketika Light tidak sengaja mengambil "death note" yang telah dijatuhkan dan mempercayai bahwa kebetulan tersebut merupakan suratan takdir baginya. Light menganggap bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk memurnikan dunia dari kejahatan dengan membunuh para kriminal. Light yang hanya seorang remaja dibutakan oleh kekuatan, sehingga memutuskan untuk memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat dengan keyakinan yang kuat untuk membunuh orang-orang yang dianggapnya tidak bermoral dan tidak layak. “Saya akan menciptakan dunia baru dengan manusia yang tulus dan baik hati, maka dunia akan benar-benar bergerak ke arah yang benar,” kata Light (Episode1-Rebirth). Oleh karena itu, keinginannnya menjadi dewa dari dunia fantasinya yang sempurna tanpa kejahatan dan kekerasan semakin bertumbuh.
Transformasi Light yang baik menjadi Kira yang kejam – kata dalam bahasa Jepang yang berarti killer, dimulai dengan masuknya L. Yaitu seorang detektif yang tidak pernah meninggalkan kasus tak terpecahkan. L memiliki kecerdasan intelektual yang setara dengan Light sehingga mereka berdua merupakan saingan yang sempurna. Pertempuran antara L dan Light merupakan adu kepintaran, strategi, serta harga diri. Oleh karena itu, disaat-saat terakhir L, Light sangat menikmati setiap detiknya. Saat itulah dia menyadari bahwa tidak ada orang yang lebih hebat dari dirinya. Bagaimanapun, dia baru saja mengalahkan yang tak terkalahkan. Setelah kematian L, kepercayaan diri light meningkat drastis dan dia mulai melihat dirinya sebagai dewa.
Orang yang memiliki god complex tidak benar-benar percaya bahwa dirinya adalah dewa, tetapi sebagai seseorang yang ilahi, superior dan menganggap dirinya mahakuasa, kemudian memperlakukan orang lain sebagai manusia rendahan. Kondisi tersebut sesuai dengan karakter Light. Meskipun begitu, Jika Light memiliki kesempatan untuk medapatkan diagnosa, dia tidak akan didiagnosis dengan god complex. Walaupun terkait erat dengan gangguan kepribadian narsistik, kompleks ini adalah cacat kepribadian yang tidak diklasifikasikan sebagai gangguan kepribadian oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan Light untuk mendapatkan diagnosis yang sesuai. Beberapa sifat kepribadian Light yang dapat dijadikan sebagai petunjuk untuk mempermudah diagnosanya yaitu, Light memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan (dia merasa mempunyai tanggung jawab sebagai ‘penyelamat’ dari dunia yang penuh kejahatan), dibutakan dengan fantasinya akan kekuatan yang tak terbatas, percaya bahwa dia seorang yang ‘istimewa’, eksploitatif secara interpersonal (dengan menggunakan ayah serta pacarnya sebagai batu loncatan), kurangnya empati, dan yang terakhir menunjukkan perilaku atau sikap yang angkuh.
Setelah Light mendapatkan diagnosa, kepribadiannya pun tidak langsung berubah karena ego-nya yang tinggi tidak akan membuatnya menyadari kesalahan yang telah ia lakukan. Jadi, hal yang sangat dibutuhkan oleh Light adalah rehabilitas. Meruntuhkan keyakinan dasar Light dan membangunnya kembali adalah sesuatu yang dapat dilakukan oleh Psikolog Klinis dan Psikiater. Dilihat dari lingkungan sekitar, terapi kognitif dan rehabitasi, masih memungkinkan bagi Light untuk menyelesaikan masalah hingga ke intinya. Semua ini masih bergantung pada Light yang bersedia mengakui bahwa dia mungkin tidak sekuat yang diyakini. Bagaimanapun, Light Yagami adalah karakter iblis yang sengaja diciptakan sedemikian rupa seperti perkataan Ohba – penulis sendiri, karena itu kita tidak bisa menyalahkan Death Note untuk semuanya.
Komentar
Posting Komentar