Body Positivity, Mempromosikan Obesitas?
Body Positivity, Mempromosikan Obesitas?
Oleh: Nadia Aulia Rahma
Akhir-akhir ini, di sosial media sedang marak mengenai kontroversi body positivity. Namun, apa sih body positivity yang sedang gencar-gencarnya disuarakan oleh para influencer ini?
Pada dasarnya, body positivity menyatakan bahwa semua tubuh itu indah, bagaimanapun bentuk dan ukurannya. Pernyataan ini tentunya memicu kontoversi di masyarakat. Masyarakat beranggapan bahwa body positivity akan memicu rasa malas pada orang yang mengalami obesitas dengan menjustifikasi dirinya untuk tidak berolahraga karena adanya body positivity.
Padahal, definisi body positivity tidak sesempit itu. Body positivity merupakan gerakan yang menyuarakan bahwa bahwa semua orang berhak memiliki body image yang positif, terlepas dari bagaimana definisi "tubuh ideal" dari society. Hal ini menandakan bahwa body positivity bukan bertujuan untuk menormalisasi obesitas, namun sebagai ajakan agar orang mencintai tubuhnya, terlepas dari bagaimana bentuk tubuhnya.
Body positivity bertujuan agar seseorang memiliki body image yang baik terhadap tubuhnya. Body image sendiri adalah persepsi seseorang mengenai penampilan luarnya didasarkan pada faktor diri dan lingkungan.
Body image yang negatif dapat memicu banyak perilaku negatif. Menurut penelitian yang dilakukan J Thompson pada 2001, ada hubungan antara body image yang negatif dengan gangguan makan dan obesitas. Seseorang yang memiliki body image negatif terhadap dirinya, serta berusaha untuk mengikuti standar tubuh di masyarakat, cenderung akan melakukan segala cara untuk memenuhi standar tersebut. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menuntunnya pada gangguan makan seperti anorexia, bullimia, dan sebagainya.
Body image yang negatif juga dapat memicu depresi, yang mana pada akhirnya memicu seseorang untuk makan lebih banyak dan berakhir pada obesitas. Tak hanya itu, body image negatif juga dapat memunculkan ide bunuh diri seperti yang telah diteliti oleh Brausch, A. M., dkk. pada 2007.
Sebaliknya, body image yang positif justru memicu seseorang untuk hidup lebih sehat. Seseorang yang mencintai tubuhnya akan menjaga tubuhnya agar tetap sehat dengan makan secara sadar, sehat, dan rutin, serta melakukan olahraga. Sehingga, dengan menerima dan mencintai tubuhnya, maka seseorang dapat mulai memperhatikan kesehatannya, bukan sekadar mencari jalan pintas untuk memenuhi standar masyarakat mengenai "tubuh ideal".
Mencintai dan menerima bentuk dan ukuran tubuh bukan berarti menolak untuk hidup sehat. Body positivity bertujuan agar kita tidak terpaku terhadap apa yang society inginkan, serta mengajak kita untuk memiliki body image yang positif. Sehingga, pada akhirnya, kita dapat mencintai diri sendiri dan orang lain, tak peduli bagaimana penampilan luarnya.
Komentar
Posting Komentar