Kekerasan Verbal

KEKERASAN VERBAL

Oleh: Adzraa Athirah


    Seringkali dapat kita jumpai kekerasan verbal di lingkungan sekitar, bahwa
dampak dari kekerasan verbal itu sebenarnya langsung didapati bahkan hanya dengan
sepersekian detik. Mungkin, diantara kita sendiri pernah mengalami kekerasan verbal
secara ringan sampai berat, mulai dari yang melukai hati selama sehari, atau sampai
seumur hidup. Bahkan, bisa jadi kita adalah pelaku yang melakukan kekerasan verbal
tanpa kita sadari.
    Seperti kasus yang sering terjadi di rumah tangga, sekolah, bahkan lingkungan
pertemanan. Sebagai contoh yang sering terjadi saat Ibu atau Ayah mengatakan pada
anaknya yang memiliki berat badan tidak ideal dengan tinggi badannya, dengan
berkata “gendut sekali anak perempuanku ini”, mungkin sekilas terdengar biasa saja
karena bicara dengan senyum canda, akan tetapi bagi orangtua yang tidak mengetahui
bahwa anaknya juga diejek oleh temannya di sekolah seperti itu, semakin
membuatnya merasa stres dan mentalnya terlukai. Contoh lainnya, saat orangtua
membandingkan anaknya dengan anak orang lain dengan embel-embel “saya malu
punya anak bodoh sepertimu”, kata-kata ini membuat anak merasa sedih dan kecewa,
bahkan sampai ia merasa bersalah terus menerus dan cemas dengan setiap hal baru
yang ingin ia coba lakukan, karena takut tidak dihargai.
Perlu diketahui, bagi anak-anak dan remaja, dukungan dan nasihat orangtua serta
teman adalah hal penting bagi perkembangan dan kepercayaan diri seorang anak atau
remaja.
    Semakin dalam luka yang ditorehkan akibat kekerasan verbal, semakin
menurun pula perkembangan dan kepercayaan diri seseorang.
Banyaknya yang menganggap hal ini sepele menjadikan perkataan itu sebagai hal
yang tidak pernah membuat kita berkembang dan maju, bahkan membuat kita terus-
menerus cuek dan tidak peduli dengan dampak perkataan yang pernah dikatakan
terhadap perasaan dan mental orang lain. Perasaan sedih dan sulit merasa bahagia,
bingung saat berpikir, serta menurunnya kemampuan untuk konsentrasi, perasaan cemas yang
berlebihan, sering merasa takut, perasaan bersalah terus menerus, suasana hati yang sering
berubah-ubah, terpisah dari kenyataan, pasti akan dirasakan setiap orang yang pernah
mendapat kekerasan verbal.
    Jika kita jawab permasalahan yang seringkali terjadi ini menggunakan logika, orangtua
dengan anak, murid dengan guru, dan teman dengan temannya yang lain memang seharusnya
memiliki komunikasi yang baik, saling mengerti, saling menjaga hati tanpa perlu diingatkan.
Jika, memang sudah telanjur terjadi, maka meminta maaf dan memaafkan adalah jalan
terbaik. Karena hal sekecil apapun jika tidak diperbaiki akan membesar, seperti halnya
kekerasan verbal yang dilihat sepele, jika tidak diselesaikan akan semakin menyakiti perasaan beberapa pihak, bahkan sampai menyakiti mental atau mental illnes seseorang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Quarter-Life Crisis

SELF-CARE Tips at Home

DAMPAK SINGLE PARENTS TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIMASA REMAJA