Stress
Stress
Oleh: Renatha Aulia Rachman
Stress adalah sebuah tekanan
psikologis dan fisik yang bereaksi ketika menghadapi situasi yang
dianggap berbahaya. Dengan kata lain, stress merupakan cara tubuh Anda menanggapi
jenis tuntutan, ancaman, atau tekanan apa pun yang dapat
terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun. Ketika merasa terancam, sistem saraf Anda
merespon dengan melepaskan aliran hormon stres, antara lain hormon adrenalin
dan kortisol. Kedua hormon ini dapat memunculkan suatu reaksi pada tubuh Anda,
antara lain jantung berdebar cepat, otot tubuh menegang, tekanan darah
meningkat, dan bahkan napas jadi lebih cepat. Reaksi ini disebut
“fight-or-flight” alias respon stress. Namun, jika tekanan psikologis ini berlangsung lama dan terus menerus
akan membahayakan mental dan fisik anda, seperti: masalah kesehatan jiwa,
penyakit jantung, hipertensi, dan juga masalah pencernaan.
Seseorang yang
mengalami stress akan merasakan tanda - tanda dan gejala seperti: merasa mudah marah,
frustrasi, dan murung, merasa
kewalahan, seperti akan kehilangan kendali atau harus mengambil kendali, merasa kesulitan untuk bersantai dan
menenangkan pikiran, merasa
rendah diri, kesepian, tidak berharga, dan dapat berujung depresi, menghindari orang lain, tidak berenergi, sakit kepala, sakit perut, pegal linu,
nyeri, merasa khawatir secara terus-menerus, ketidakmampuan untuk fokus, penilaian yang buruk, pesimis, perubahan
nafsu makan, dan kebiasaan
gugup.
Stress dapat terjadi
karna adanya beberapa sebab seperti sebab internal dan sebab eksternal. Sebab
internal contohnya, seperti kesehatan Anda, terutama jika anda
memiliki penyakit kronis, masalah
emosional seperti, omongan diri
atau pikiran yang negatif, ekspektasi yang
tidak realistis atau Anda perfeksionisme,dan pemikiran
yang kaku, kurang santai, atau kurang bercanda tawa dengan teman. Sedangkan sebab eksternalnya, seperti perubahan
besar dalam hidup, sekolah atau
pekerjaan, kesulitan
dalam hubungan, masalah
keuangan, terlalu sibuk, dan anak-anak
dan keluarga.
Dan aja juga faktor
yang dapat meningkatkan resiko stress anda, seperti mengalami
peristiwa traumatis di masa lalu, memiliki
riwayat gangguan stres, memiliki
riwayat jenis-jenis masalah mental tertentu, dan memiliki
riwayat gejala disosiatif selama peristiwa traumatis. Jika anda sudah merasa ada gangguan strss pada diri anda, coba
terlebih dahulu untuk mengatasinya sendiri dengan konsumsi makanan sehat,
belajar untuk santai, memperluas pertemanan, istirahat yang cukup, olahraga,
diet sehat, relaksasi dan yang lainnya. Tapi, jika meurut anda cara tersebut
tidak membantu segera untuk mendatangi dokter untuk meminta solusi. Dokter pada
umumnya akan mendiagnosis gangguan stress dengan menanyakan beberapa
pertannyaan mengenai peristiwa traumatis dan gejala yang
Anda alami.
Kesimpulannya, stress
atau tekanan yang dialami oleh seseorang individu merupakan tindak balas
daripada ketidak mampuan seseorang menangani masalah yang sedang dihadapi. Sekiranya
tekanan atau stress ini tidak ditangani, akan membahayakan individu tersebut
baik secara aspek fisik, mental, emosi maupun aktivitis sosial mereka.
Komentar
Posting Komentar