Indonesia Negara Kleptokrasi Berbalut Demokrasi?
Indonesia Negara Kleptokrasi Berbalut Demokrasi?
Oleh : M. Fathur Rayyan
Jika setiap anak ditanya tentang Indonesia pasti terdapat kata-kata
demokrasi yang mengiringinya. Karena memang para Bapak pendiri bangsa kita
telah membentuk konsep demokrasi pada negara kita. Kita semua pasti telah
diajarkan oleh guru-guru kita mengenai demokrasi. Demokrasi secara bahasa
berasal dari bahasa Yunani, yaitu Demos
dan Kratos. Demos artinya rakyat dan
Kratos artinya kekuasaan, maka disimpulkan bahwa demokrasi adalah sebuah
kekuasaan yang berada di tangan rakyat. Demokrasi mengusung konsep kedaulatan
penuh berada di tangan rakyat. Jika muncul pertanyaan rakyat yang mana yang
berkuasa? Maka jawabannya adalah seluruh rakyat di negara tersebut. Muncul
pertanyaan lagi Apakah seluruh rakyat dapat menjadi penguasa di negaranya? Maka
jawabannya, adalah seharusnya demikian, muncul lagi pertanyaan maka bagaimana
mungkin masih terdapat seseorang yang tinggal digerobak sedangkan ia berhak
memiliki rumah di tanah yang ia kuasai? Muncul lagi pertanyaan bagaimana
mungkin seseorang bisa kelaparan padahal ia berhak hidup dengan makmur di atas
negaranya sendiri? Dan berbagai pertanyaan lainnya akan selalu muncul dari
orang-orang yang menuntut haknya, dan hal ini merupakan hal yang normal bagi
makhluk Homo Sapiens.
Kleptokrasi secara bahasa juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu kleptes dan kratos. Kleptes artinya ialah pencuri dan kratos berarti kuasa atau
kekuatan. Secara terminologi ialah pemerintahan para pencuri. Berdasarkan
pengertian tadi dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa kleptokrasi adalah
sebuah negara yang diperintah oleh maling. Jika semua orang ditanya, apakah
kita ingin diperintah oleh maling? Maka pasti jawabannya tidak, termasuk juga
maling nya akan menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu tidak.
Seperti kejadian yang baru-baru ini muncul ditengah kondisi negara kita
yang sedang terpuruk akibat pandemi yang menyebabkan hilangnya nyawa dan bahkan
hilangnya hati nurani. Beberapa pejabat dan 2 menteri seolah jadi bukti, negeri
ini dikuasai para pencuri. Pandemi yang seharusnya menjadi ajang agar
meningkatkan solidaritas antar anak bangsa malah menjadi lahan yang
menguntungkan bagi para pencuri. Fenomena korupsi berjamaah merupakan
tanda-tanda bahwa para “kleptes” telah berhasil memerintah sebuah negara.
Korupsi telah menjadi pandemi yang seharusnya lebih diperhatikan daripada
virus covid-19. Korupsi telah menjadi penyakit akut bagi bangsa ini, penyakit
ini telah lama menjadi pandemi bagi bangsa ini. Penyakit ini secara perlahan
menghancurkan bangsa kita, para pencuri ini secara tidak sadar sedang
menjalankan rencana pembubaran terhadap negara ini. Korupsi telah menyerang
berbagai sendi-sendi pemerintahan negara ini. Kapan Indonesia membeli vaksi
bagi pandemi korupsi? Apakah ada negara yang menjual vaksin korupsi?.
Seorang filsuf asal Perancis mengusung konsep trias politica yang merupakan
bagian dari konsep demokrasi. Indonesia merupaka salah satu negara yang
menggunakan konsep tersebut. Trias
politica adalah konsep yang menyatakan bahwa kekuasaan dibagi menjadi tiga,
yaitu eksekutif (lembaga yang bertugas melaksanakan undang-undang), legislatif
(merupakan pengawas eksekutif dan perancang undang-undang), dan yudikatif atau
kehakiman (merupakan lembaga yang menyidang pelanggar undang-undang).
Seperti yang telah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki Presiden dan wakil
presiden beserta jajaran kabinetnya sebagai lembaga eksekutif, MPR,DPR dan DPD
merupakan lembaga legislatif, dan Komisi yudisial, mahkamah agung, mahkamah
konstitusi yang merupakan lembaga yudikatif. Sebuah konsep yang bagus dan ideal
yang terdapat di Indonesia, namun apakah konsep yang ideal akan menjamin
pelaksanaan yang ideal juga?. Jika seharusnya sekelompok orang yang mengawasi
harus bersikap tegas terhadap sekelompok orang yang diawasi agar tidak
melakukan kesalahan, justru di Indonesia pengawas dan yang diawasi bekerja sama
dalam melakukan kejahatan.
Pada akhirnya adalah bukan pada masalah konsepnya, karena banyak sekali
orang-orang pintar yang membuat konsep tetapi pada pelaksanaanya tidak sesuai
konsep atau bahkan melenceng jauh dari konsep tersebut. Misalnya saja agama
yang telah mengajarkan konsep yang sempurna dan terbaik, apalagi terdapat kitab
suci yang merupakan firman Tuhan yang sudah pasti sempurna, tetapi apakah semua
penganutnya melaksanakan konsep tersebut dengan baik?.
Dengan teori atau konsep demokrasi dan praktek nya yang kontradiktif,
apakah Indonesia masih layak disebut sebagai Negara Demokrasi? atau Indonesia
lebih layak disebut Negara Kleptokrasi?.
Komentar
Posting Komentar