Berkarya dan Berdaya
Berkarya dan Berdaya
Oleh: Naila Bidayah Shalihah
Tentang hidup, kurasa hidup seharusnya bukan hanya sekadar hidup, yang berjalan tanpa tahu arah, yang mengalir seperti air. Bagiku, hidup adalah tentang berkarya dan berdaya. Tentang selalu bersyukur tetapi tidak pernah merasa puas. Bukankah mereka sama? Tidak, ada perbedaan antara rasa syukur dan puas.
Sebagai manusia, kita patut untuk selalu bersyukur atas segala yang sudah diberikan dan segala yang kita usahakan. Namun, selama masih diberi nafas kita perlu memaksimalkan potensi yang sudah diberikan untuk membuat karya berikutnya dan menjadi berdaya, membantu lebih banyak orang lagi dalam hidup kita.
Hidup kita di dunia ini tidak lama, lebih seram lagi, kita tidak tahu kapan datangnya ajal. Jangan sampai kita pergi tanpa menerbitkan karya-karya terbaik kita dengan alasan tidak ada waktu atau sibuk dengan tumpukan pekerjaan, sudah waktunya kita berubah jadi lebih produktif.
Jadi, karya apa yang ingin kita terbitkan? Tanyakan pada diri ini, sebenarnya apa saja yang kita inginkan? Hal apa yang sangat menyesal jika tidak kita kerjakan? Atau, bisa memulai pertanyaan dengan tujuan dan hakikat seorang manusia dalam kehidupan dunia itu seperti apa?
Definisikan tujuan kita, tentukan apa yang kita inginkan dengan jelas. Sebelum kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan semua yang tidak searah, ingat hidup kita tidak lama. Ketika kita mendeskripsikan dengan jelas apa yang menjadi target, akan lebih mudah mengukurnya sudah sejauh apa kita dalam perjalanan ini. Tentu saja hal ini dapat berubah seiring berjalannya waktu, tetapi dengan memiliki kompas di awal perjalanan, kita tidak akan jauh tersesat.
Lalu apalagi? Melangkahlah, tak apa jika perlahan. Tak apa jika rasa takut itu datang, karena takut itu biasa, yang istimewa adalah ketika kita tetap melangkah. Apa yang tidak disangka bisa saja datang, hari yang ditunggu bisa saja tidak akan datang. Maka kerjakanlah sekarang, kerjakan bukan diam, kerjakan bukan tunda. Rasa takut itu pasti akan lewat dan semua tidak seseram yang kita bayangkan. Bangkitlah, terbitkan karya, jadilah berdaya, hari ini jutaan jiwa menunggu gerak langkah kita.
Komentar
Posting Komentar