Membunuh Penulis

                     Membunuh Penulis
Oleh: Umdatul Waroiyah

        Banyak penulis yang dibunuh dengan cara paling mudah. Maraknya buku bajakan dan ebook illegal sudah tidak asing lagi di Indonesia. Dan mirisnya, banyak sekali orang yang dengan senang hati membeli bahkan memborong buku bajakan dan menyebarkan ebook illegal dengan alasan bisa membaca tanpa mengeluarkan uang banyak. Orang – orang yang membaca karya dengan cara seperti itu bukan orang yang mencintai buku dan penulisnya. Melainkan adalah orang yang mementingkan kepuasan sendiri.

Padahal, regulasi terkait pembajakan buku sebenarnya sudah diatur dalam Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Dalam Undang – Undang tersebut, para pelanggar hak cipta dapat dikenai hukuman pidana maksimal 2 tahun penjara dan denda maksimal 500 juta rupiah. Sayangnya, penegakan hukum negara soal pembajakan ini cenderung abai, sehingga para pembajak buku semakin leluasa untuk menyebarluaskan pembajakan buku dan semakin meraup keuntungan yang sangat besar.

Sementara buku – buku original yang terpajang di Gramedia tidak kunjung habis. Mungkin harganya memang lebih mahal, tapi itu semua tidak sebanding dengan karya para penulis. Menulis itu perlu perjuangan. Para penulis berjuang menyelesaikan naskah, mencari ide, memberikan asupan pengetahuan pada kita. Lagi pula, kualitas buku original dan bajakan sangat jauh berbeda. Biasanya buku bajakan memiliki kualitas kertas yang kurang bagus, warna cover tidak tajam, tidak ada cetakan timbul di covernya, jilid buku kurang rapi, lem yang digunakan kurang merekat sehingga buku cepat rusak, dan juga banyak tulisan yang typo atau kurang jelas seperti fotocopyan. Maka dari itu, para pembajak buku memeroleh keuntungan yang besar. Mereka tak perlu mengeluarkan modal yang banyak.

Jadi, lebih baik kita meminjam buku kepada teman, perpustakaan, atau ada juga perpustakaan on line yaitu aplikasi ipusnas yang menyediakan berbagai ebook legal. Kita bisa memanfaatkannya, membaca dengan gratis dan legal. Dari pada membeli buku bajakan yang hanya menguntungkan para pembajak buku, sementara penulisnya mati secara perlahan. Penerbitnya juga tidak mendapatkan apa – apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penelitian Quarter-Life Crisis

SELF-CARE Tips at Home

DAMPAK SINGLE PARENTS TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIMASA REMAJA