Menjadi Si Paling Tenang dengan Mindfulness
Menjadi Si Paling Tenang dengan Mindfulness
Oleh Syifa Dyandri
Asal Mula Mindfulness dan Perkembangannya
Mindfulness berasal dari Bahasa Pali yang kemudian diterjemahkan dengan istilah “mindfulness”. Mindfulness merupakan ajaran yang berasal dari Buddha dan Hindu. Mindfulness menekankan konsep tentang “sati” dan pencerahan. Inti konsep dari mindfulness adalah memiliki perhatian, kesadaran, dan menjadi hadir di masa sekarang.
Di dunia barat sendiri, Jon Kabat-Zinn merupakan pelopor dari penerapan mindfulness berdasarkan guru Buddha, yaitu Philip Kapleau dan Thich Nhat Hanh. Kabat-Zinn sendiri merupakan Professor di University of Massachusetts medical school. Kabat-Zinn mengembangkan program Mindfulness-Based Stress Reduction yang digunakan untuk pasien dengan nyeri kronis. Sejak itu mindfulness semakin berkembang, puncaknya Mindfulness termasuk ke dalam terapi Mindfulness-Based Cognitive Therapy.
Cara Mempraktikkan Mindfulness
Pengalaman kita di masa sekarang dipengaruhi oleh keadaan emosional. Ketakutan dan perasaan insecure seringkali membuat kita sulit memusatkan perhatian pada masa sekarang. Emosi negative yang dirasakan membuat kita memikirkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar agar bisa fokus menjalani hari di masa sekarang, dan salah satu teknik yang berguna adalah mindfulness.
Mindfulness dapat dilakukan dengan meditasi atau cara lain yang lebih sederhana. Dimulai dari duduk dengan tenang dan mengambil napas dalam-dalam. Ketika melakukan itu, kita perlu meresapi udara yang dihirup dan menghayati suara-suara yang ada di sekitar. Rasakan pula hembusan anger dan suhu yang ada di sekitar tubuh. Pusatkan perhatian kepada pikiran dan emosi yang sedang dirasakan. Berusahalah untuk membiarkan pikiran dan emosi yang dirasakan untuk masuk, tanpa menghalanginya.
Manfaat Mindfulness
Mindfulness dapat digunakan sebagai terapi. Menurut penelitian, mindfulness mampu membantu menurunkan level stress, mengurangi pikiran-pikiran untuk melukai, dan melindungi dari depresi dan kecemasan. Tidak hanya itu, mindfulness juga dapat membantu seseorang menghadapi penolakan dan isolasi sosial.
Komentar
Posting Komentar