Andai Saya Jadi Sih Cantik
Andai Saya Jadi Sih Cantik Oleh Matahari Pagi hari pukul tujuh, kotak paket tergeletak di depan pintu rumah saya. Dengan antusias, saya merengkuh kotak yang tak terlalu besar itu dalam dekapan saya. Entah ini pesanan ke-berapa, saya tak tahu. Yang jelas, isi dalam kotak itu sangat tak sabar untuk saya sentuh. Meraih gunting di atas meja, dengan cekatan saya merobek tiap lapisan pembungkusnya. Dan voila! Sebuah lipstik berwarna merah bata dengan merk yang sedang naik daun ada dalam genggaman saya! Tak sabar saya membuka isi kemasan. Mengeluarkan produk yang ingin saya sentuh sejak lama. Kardus kemasannya saja begitu cantik, tidak rela mambuangnya sehingga saya menyimpannya dalam almari. Saya berlari ke depan cermin, mencoba memoles lipstik pada bibir saya yang pucat pasi. Cantik sekali memang, penilaian dari netizen memang patut diacungi jempol. Saya harus memberi bintang lima pada toko penjual lipstik ini. Berbalik badan, saya memandang laci penyimpanan di depan saya. Puluh...